Menu
SELAMAT DATANG DI KONVEKSI SEMARANG SEMOC - PILIHAN TEMPAT BIKIN KAOS

Toga Wisuda Semarang

Agu
21
2017
by : konveksikaossemarang. Posted in : Konveksi Toga Wisuda Semarang

toga wisuda semarangToga wisuda semarang – Hallo terima kasih telah berkunjung ke websute kami. Perkenalkan kami adalah konveksi semarang semoc. Salah satu dari sekian konveksi yang ada di semarang. Selama beberapa tahun ini kami telah melayani pembuatan toga wisuda, untuk kebutuhan wisuda sekolah dasar, pesantren modern, dan beberapa perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Bila anda sedang mencari jasa pembuatan toga wisuda di semarang maka anda sudah sangat tepat sekali berada disini.

Bagi beberapa lembaga pendidikan sangat penting sekali mengenakan toga saat prosesi pelepasan siswa atau lebih tepatnya upacara pengukuhan status keilmuan yang biasa disebut dengan upacara wisuda. Ketika upacara ini biasanya siswa atau mahasiswa yang lulus mengenakan sebuah seragam jubah besar dengan topi yang disebut toga. Nah toga dan jubah ini biasa di sebut sebagai toga wisuda. Sebagai jasa pembuatan toga wisuda di semarang. kami konveksi semarang akan menjelaskan sedikit mengenai sejarah toga wisuda. mungkin akan bermanfaat jadi sisihkan waktu beberapa menit untuk membacanya.

Sangat menarik membahas mengenai toga. kata  toga diambil dari sebuah bahasa latin yaitu “tego” yang berarti penutup. Toga selalu dikaitkan sengan bangsa romawi kuno, namun sejatinya  toga sebenarnya berasal dari sejenis jubah yang dikenakan oleh pribumi italia, yaitu bangsa etruskan yang hidup di italia sejak 1200 sm. nah bisa dibayangkan kan, dizaman itu bentuk toga belum berbentuk jubah, namun sebatas kain sepanjang 6 meter yg cara menggunakannya sebatas dililitkan ke tubuh. walau tak praktis, togamenjadi sebuah pakaian yg dianggap pantas ketika seseorang berada diluar ruangan untuk menutupi badan mereka.

pabrik konveksi pembuatan toga wisuda semarang bandung jakarta makassar ambon papaua kupangBerjalannya waktu sejarah mengenai toga berkembang di romawi, ketika pakaian toga menjadi busana penduduk bangsa romawi. Saat itu toga menjadi pakaian yang dibuat dari sehelai mantel wol tebal yang dikenakan sesudah mengenakan cawat atau celemek. toga diyakini telah ada sejak era numapompilius. Yaitu masa Raja Kerajaan Roma yang kedua. toga ditanggalkan bila pemakainya berada di dalam ruangan, atau bila melakukan pekerjaan berat di ladang, tetapi toga dianggap satu-satunya busana yang pantas bila berada di luar ruangan.

Perihal ini terbukti dalam sesuatu cerita cincinnatu yang adalah seorang petani, waktu ia masih membajak ladangnya, ia kedatangan para utusan senat dengan tujuan untuk mengabari dirinya telah dijadikan diktator atau penguasa. diceritakan dalam riwayat itu, begitu cincinnatu lihat mereka, dia serta merta menyuruh isterinya mengambilkan pakaian toganya dari tempat tinggal untuk dikenakannya hingga utusan-utusan itu bisa disambut dengan layak. cerita tentang cincinnatu ini sebenarnya belum dapat diuji validitasnya, namun hadirnya cerita itu justru semakin menunjukkan sentimen penghormatan bangsa romawi terhadap toga.

Berjalannya waktu, pemakaian toga untuk busana sehari-hari perlahan mulai ditinggalkan. namun tidak bermakna toga hilang begitu saja. Sesudahnya bentuk dari pakaia toga ini dimodifikasi menjadi sejenis jubah. Akhirnya modifikasi yang dilakukan ini menjadikan toga sebagai pakaian resmi upacara yang mana diantaranya yakni upacara pengukuhan derajat keilmuan seseorang atau disebut wisuda..

Seragam kelulusan dari sebuah perguruan keilmuan di negeri barat disebut gown. Sementara topi berbentuk bujur sangkar disebut mortarboard. Ada juga yang menyebutnya “graduate cap” dan “black cap”. Banyak peneliti meyakini mortarboard merupakan pengembangan dari biretta, yakni topi yang dikenakan oleh pendeta Katolik Roma. Biretta sendiri terinspirasi dari bahasa Italia “berretto” (berasal dari kata latin “birrus” dan Yunani “pyrros”). Di jaman Romawi sekitar abad 12 hingga 14, berretto sebagai ciri bagi kalangan pelajar akademik, seniman, dan humanis.

Walau demikian, paten mortarboard justru menjadi milik penemu dari Amerika Serikat yaitu  Edward O` Reilly dan imam Katolik yang bernama Joseph Durham di tahun 1950. Mungkin karena dibentuk bujursangkar, serta penambahan komponen seperti besi di dalam mortarboard sehingga lebih kokoh. Nyatanya, tak semua mortarboard dewasa ini memakai besi di dalamnya.

pembuatan toga wisuda semarangPaten terhadap nama mortarboard disahkan. Hingga akhirnya, saat ini mortarboard dengan bentuk seperti yang kita lihat dewasa ini menjadi umum di dunia. Penambahan komponen tali pada mortarboard pun diduga berasal dari tradisi orang Amerika. Di negara tersebut, semua jenis kelulusan dari tingkat sekolah dasar hingga SMA serta Universitas selalu memakai “gown” dan “mortarboard”. Inilah perjalanan seragam toga wisuda dalam sejarah panjangnya. Tentu merupakan sebuah kebanggan bagi seorang siswa dan mahasiswa yang bsia mengenakan toga wisuda disaat hari kelulusannya.

Dewasa ini banyak lembaga pendidikan modern dan pesantren modern memiliki acara kelulusan yang disebut wisuda. Kebanggan bai para siswa atau mahasiswa yang mengikuti wisuda. Dengan prosesi wisuda ini seseorang dinyatakan lulus dari tempat belajarnya. Karenanya begitu sangat penting sekali pakaian toga ini pada diri seorang siswa atau mahasiswa. Toga berkembang menjadi seragam yang melambangkan status keilmuan. Apabila dalam acara tingkat perguruan tinggi baik di fakultas dan universitas. Kita bisa melihat strata sosial keilmuan dilihat dari model shamir serta warnanya yang berbeda untuk setiap jurusan. Selain itu kualitas pakaian seragam toga wisuda yang digunakan pun berbeda. Kelas profesor akan terlihat dari seragamnya yang jauh lebih mahal dan bagus. Berbeda dengan mahasiswa atau siswa yang baru saja lulus.

Membahas toga rasanya tiada habisnya bahkan filosofi dari pakaian ini dalam dunia pendidikan. Toga melambangkan bahwa seseorang telah mampu mengungkap kegelapan atau berhasil mengalahkan kegelapan ilmu pengetahuan yang penuh misteri saat mereka menempuh pendidikan di bangku perkuliahan, tak hanya itu sarjana pula diharapkan mampu menyibak kegelapan dgn ilmu pengetahuan yg selama ini didapat olehnya. warna hitam pula melambangkan keagungan, sebab itu, tak hanya sarjana, ada hakim serta separuh pemuka agama pula memakai warna hitam pada jubahnya. Toga hingga saat ini menjadi pakaian kebanggan. Alhamdulillah kami telah melayani banyak order toga wisuda di semarang yang mengerjakan toga wisuda anak, toga wisuda pesantren, toga wisuda perguruan tinggi. Kami menyediakan kelengkapan hingga plakat wisuda dan tempat ijazah wisuda. Untuk itu bagi anda yang ingin membuat seragam toga wisuda di semarang anda bisa mengunjungi kami di alamat ini Jalan Sapta Prasetya Utara VIII no 32 Pedurungan Kidul Semarang. dan untuk lebih jelasnya bisa menghubungi cs konveksi murah semarang di 085727114300.

 

artikel lainnya Toga Wisuda Semarang

Jalan Sapta Prasetya Utara VIII no 32 Pedurungan Kidul Semarang
085727114300
085727114300
085727114300
pabrikkaossemarang@gmail.com